Selasa, 10 Maret 2015

Saat Di Depan Laptop

laptop zombie, bangun dari kematian setelah diinjak baby Gara

Saat di depan laptop, tiba-tiba ide menguap. Jika kita mengikutinya maka kita akan benar-benar kehilangan ide. Lalu bagaimana caranya. Ide bukan hilang, melainkan bersembunyi. Cara untuk mendapatkan idenya kembali adalah dengan duduk diam. Dengarkan sejenak riuh yang ada di pikiran kita. Sangat riuh hingga kadang kita tidak tahu mana dulu yang harus dieksekusi. Tulis saja semua. Apa yang sedang diriuhkan oleh pikiran kita. Pasti kita akan terhanyut dan tanpa terasa banyak ide lain yang tertulis dengan lancarnya.

Tidak perlu melotot ke laptop karena dia tidak bisa dijadikan kambing hitam atas hilangnya ide kita. Jika kita jeli, maka riuh di kepala kita bisa jadi menggiring kita ke ide yang bersembunyi dan sebagai bonus kita akan mendapatkan ide-ide lain.

Jangan dulu terburu-buru marah, panik, atau menyalahkan diri kita sendiri. Wajar jika lupa dengan ide yang dengan kurang ajar hanya muncul sekelebat.

Kita harus bisa mengenali diri kita. Untuk memenangkan peperangan kita perlu mengenali musuh. Musuh kita adalah diri sendiri, mulailah berkomunikasi dengan diri kita sendiri. Awalnya kaya orang gila memang, ngomong sendiri. Namun kalau kita rutin mengasah kepekaan kita pada diri sendiri maka saat kita menemukan kekurangan, kita akan bisa menemukan solusi.

Sebaik-baik solusi akan muncul dari orang itu sendiri. Kenapa begitu? Ya karena kita seharusnya tahu siapa diri kita. Bukan menyimpulkan diri kita berdasarkan penilaian orang lain.

Bagi para penulis dan blogger, ide adalah hal yang sering dijadikan pusat kegalauan. Sudah mepet deadline, eh ide-ide tak juga muncul. Sudah bengong di depan laptop selama dua jam, eh ide-idenya malah ngajak main petak umpet.

Tarik napas, maksimalkan, lalu hembuskan perlahan.

Apabila ide tetap tidak muncul sebaiknya kita mengambil jeda. Jeda untuk mengisi ulang energi kita. Melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk menyegarkan pikiran. Satu orang dengan yang lainnya berbeda. Ada yang cukup dengan minum segelas teh hangat, ada yang harus mandi, bahkan ada yang harus bersepeda berkeliling kompleks. Kembali lagi, kita yang tahu pasti apa yang harus dilakukan untuk membahagiakan diri.

Saat sudah siap di depan laptop, kita terkadang menuntut diri untuk memenuhi target halaman per hari. Ada pula yang mengharuskan diri satu hari satu posting. Target yang tidak realitis juga bisa membuat kita tertekan dan alih-alih tertantang, kita malah putus asa.

Kembali lagi, kita harus mengenali, kapan saat menantang diri dan kapan saat bersantai.

Kamu adalah kamu
Tak peduli orang lain menuding
Langkahmu seharusnya tak terhenti

Kamu adalah kamu
Tak peduli orang lain berasumsi
Jika kamu pikir kamu bisa
Maka kamu bisa

Mereka, para komentator negatif
Datang dan pergi sesuka hati
Tinggal kamu menata hati
Agar tidak ikuti
Mereka yang menyakiti

Impianmu adalah tugasmu
Untuk mewujudkan

Note: buat diri sendiri yang sedang belajar konsisten, belajar terus menulis, belajar memahami apa passion diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design