Rabu, 25 Februari 2015

Selingkuh dengan Gadget

"Kalau udah main game di hp tuh, suamiku lupa semuanya."
"Istriku di depan laptop, alamat rumah gak keurus deh."

Pernah menggerutu atau bahkan menegur pasangan secara langsung? Ketika melihat mereka konsentrasi penuh di depan gadget masing-masing. Rumah berantakan, anak tampak tak terurus, bahkan makanan atau minuman sambutan saat pulang kerja tidak ada di meja.

Selingkuh dengan gadget? Iya lah. Bangun tidur yang dicariin ponsel, pulang kerja yang dipegang tablet, dan mau tidurpun yang dibuka dulu laptopnya. Awalnya gak masalah. Eh lama-lama kok dunia kaya milik dia dan gadgetnya, kita ngontrak aja tuh.

Hati rasanya dongkol tetapi apa daya. Kita harus lebih bersabar menunggu saat yang tepat untuk membicarakan masalah perselingkuhan ini dengan kepala dingin.

Belum sempat waktu tepat itu datang, musibah telah mendahului. Anak jatuh dari sepeda karena si orang tua sibuk dengan gadget masing-masing. Posisi jatuh ekstrim membuat anak mengalami pendarahan di tangan dan kepala.

diambil dari sini
Untunglah, orang tua si anak ini bersikap bijak dengan tidak saling menyalahkan. Mereka berdua sama-sama tersadar dan berusaha sebaik mungkin untuk kesembuhan anak.

Belajar dari peristiwa itu, maka sebaiknya kita sesegera mungkin menyelesaikan masalah perselingkuhan dengan gadget ini.

^ Bicarakan saat pasangan baik itu suami maupun istri terlihat terlalu fokus dengan gadget saat sedang bermain dengan anak.

Mintalah dengan nada yang lembut untuk meletakkan gadget dan fokus dengan yang sedang dilakukan. Misalnya sudah waktunya bermain dengan anak, ya ingatkan untuk memberikan perhatian penuh tanpa terbagi dengan apapun.

^Sepakati jadwal bersama

Sebaiknya suami istri memiliki kesepakatan tentang jadwal untuk bisa saling memahami. Apabila sudah memiliki anak maka suami istri bisa melibatkan anak. Agar waktu keluarga bisa lebih berkualitas.

Untuk anak yang sudah mengerti, biasanya dia akan meminta gadget kita. Baik jika anak meletakkan di tempat seharusnya. Namun ada anak yang langsung membanting gadget kita begitu tahu kita tidak memberikan perhatian penuh padanya. Gadget rusak, hubungan dengan anak pun bisa memburuk. Jadi segeralah patuhi jadwal jika sudah disepakati bersama.

^Sadari bahwa gadget untuk memudahkan kita bukan kita yang diperbudak oleh gadget


Kembali lagi ke proses ya. Kita tidak bisa terburu-buru menuntut orang lain untuk berubah. Namun niat kuat untuk berubah pasti akan memuluskan jalan kita menuju perubahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design