Jumat, 20 Februari 2015

BELAJAR HENING, TAK HARUS SEPI

Hadiah tantangan 2 dari grup #funblogging adalah ketemu mas Adjie Silarus. Seorang praktisi MindFullness, Sadar Penuh Hadir Utuh. Kami bisa curhat tentang emosi-emosi yang sedang dirasakan saat ini. Sekaligus bisa belajar bagaimana cara mengolah emosi negatif menjadi positif. Merasa bersyukur karena hampir saja memutuskan tidak hadir karena badmood yang menyapa.

Buat teman-teman yang sudah menang tantangan tetapi berhalangan hadir, semoga artikel ini bisa memberikan gambaran tentang belajar hening bersama mas Adjie Silarus.

 1. Sesi Curhat
Sesi belajar hening bersama Mas Adjie Silarus diawali dengan penjelasan tentang kehidupan kita yang sangat cepat. Banyak hal yang dilakukan dan diinginkan hingga kita lupa sisi being (yin) kita. Lebih mengedepankan sisi doing(yang) kita. Doing (yang) terlalu berambisi, ingin semua serba cepat, dan jika mampu kita bisa mendapatkan apa saja yang kita inginkan. Lalu dari ketidakseimbangan itulah muncul masalah-masalah yang membuat kita tidak menikmati hidup, stres berat dan gangguan mood.
Jika tidak disikapi dengan tepat maka bisa berakibat pada keinginan kuat untuk mengakhiri hidup. Seperti halnya fenomena yang dewasa ini acap kali ditemukan. Artis sangat terkenal, pengusaha kaya raya, atau ibu rumah tangga sukses yang ditemukan bunuh diri. Kok bisa? Mereka kan terkenal, kaya, sukses pula. Bagaimana bisa mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup?

Tentu saja kita harus menyeimbangkan sisi being (yin) dan juga sisi doing (yang) milik kita. Penjelasan tentang apa itu  being (yin) dan doing (yang), ada di bawah ini.


 

Banyak pertanyaan yang muncul setelah mas Adjie Silarus menjelaskan pentingnya menyeimbangkan sisi being (yin) dan sisi doing (yang). Sayangnya karena tidak ada catatan atau rekaman, aku masukkan yang aku ingat saja ya. 
- Jika kita sudah belajar hening, apakah kita tidak boleh punya ambisi?
Tentu saja boleh tetapi kembali lagi bagaimana cara kita untuk tidak tergesa agar ambisi kita bisa jadi hal yang tepat untuk kita dapatkan.

-Bagaimana cara kita konsisten setelah memilih untuk belajar hening?
Dengan cara menikmati proses. Tidak terlalu mengharapkan hasil. Jika kita nothing to lose maka dengan sendirinya kita lebih menikmati apapun keputusan yang sudah kita ambil. Jangan selalu membenci setiap keputusan yang sudah kita putuskan sendiri.

-Saya stres tetapi tidak bisa curhat ke orang?
Orang introvert tidak bisa dipaksa untuk lebih terbuka ke orang lain. Namun tidak ada salahnya mencoba. Jika memang tidak bisa curhat ke orang, bisa mencoba curhat melalui tulisan. Berbagi emosi-emosi kita ke orang lain berarti kita bisa mengurangi beban yang berpotensi membuat stres.

-Saya sering dicurhati lalu terlalu larut dalam curhat seorang teman, apa yang harus saya lakukan akan bisa kembali menikmati hidup?
Luangkan waktu untuk meletakkan kedua kaki atau tangan di tanah. Menjejak ke tanah. Jangan lupa meminta maaf ke ibu pertiwi karena kita menyalurkan energi negatif kita dan menyerap energi positif dari alam atau ibu pertiwi.
Dekat dengan alam membuat kita lebih bersyukur dan rasa syukur memberikan ketenangan. Ketenangan membuat kita bisa menikmati hidup kita kembali.

-Social Media Anxiety Disorder, bagaimana cara saya menghindari penyakit itu?
Social Media Anxiety Disorder adalah penyakit yang membuat kita khawatir saat kita tidak segera mengecek notifikasi-notifikasi facebook, twitter, email, whatsapp grup, dan akun-akun sosial media yang berhubungan dengan keseharian kita. Akhirnya kita kemana-mana tidak bisa jauh dari gadget kita.
Agar kita terlepas dari kekhawatiran dan memiliki waktu yang lebih berkualitas dengan orang-orang yang kita cintai  maka harus dibuat jadwal. Dari jam berapa sampai jam berapa kita mengecek semua notifikasi tersebut. Di luar waktu-waktu itu, kita bisa memaksimalkan waktu untuk diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai.

-Saya ingin bisa belajar melepaskan, bagaimana caranya?
Belajarlah dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Seperti halnya kebiasaan, 1 book out 1 book in. Jika kita mau beli satu buku baru maka harus ada satu buku yang diberikan ke orang lain.
Setelah itu tanamkan pikiran bahwa tidak akan rugi jika kita berbagi. Perubahan pola pikir akan membuat kita lebih mudah untuk melepaskan.

-Mas Adjie, saya punya teman dekat yang membuat saya nyaman. Saya takut jika suatu saat dia pergi, bagaimana dengan saya?
Tidak ada satupun hal di dunia ini yang kekal. Kita akan lebih tegar menghadapi kenyataan-kenyataan pahit seperti kehilangan jika kita tahu bahwa semua itu tidak abadi.

-Apakah kita harus berada di tempat yang sepi untuk belajar hening?
Tidak harus, belajar hening bisa dilakukan di mana saja. Saat menunggu, saat KRL penuh sesak kita bisa belajar hening. Menikmati setiap hembusan napas, bersyukur untuk setiap hal yang kita miliki. Saat ini, ya hembusan napas kita.



2. Sesi Meditasi
Sepuluh menit terakhir, mas Adjie Silarus mengajak kami untuk berlatih meditasi. Salah satu cara untuk belajar hening, merasakan tarikan dan hembusan napas kita sendiri. Diiringi musik yang menenangkan. Duduk dengan posisi senyaman mungkin, mulai menutup mata. Jika merasa ngantuk yang luar biasa (seperti yang aku rasakan, hihihi), mas Adjie Silarus membimbing agar kita bisa mengontrol pikiran kita sendiri. Menahan secara bertahap rasa kantuk yang menyerang. Setelah itu, meletakkan tangan kanan di perut dan tangan kiri tetap di paha untuk merasakan keluar masuknya udara. Kami melakukan pernapasan perut. Saat menarik napas, perut diupayakan mengembang dengan maksimal. Ketika menghembuskan napas, perut dikempiskan hingga sekempis mungkin.
"Ada beberapa teman yang masih menarik napas secara terburu-buru," kata mas Adjie mengingatkan.
"Lakukan perlahan, nikmatilah keluar masuknya napas. Bersyukur kita masih diberi napas hingga hari ini," mas Adjie membimbing dengan sabar.
"Jika ada pikiran yang berkelana menyesali masa lalu, tarik kembali ke masa kini. Jika ada pikiran yang jalan-jalan ke masa depan, ingatkan dia untuk pulang ke masa kini."
Kami berkonsentrasi dengan napas kami. Napas yang masuk. Napas yang keluar. Saat ini. Bukan kemarin. Bukan juga besok. Sekarang, sadar penuh hadir utuh di sini.

Terima kasih mas Adjie Silarus dan tim SukhaCitta yang telah menyambut kami dengan penuh kehangatan. Kami pulang dengan hati senang dan riang. Plooong rasanya, siap menghadapi hari baru yang penuh rasa syukur. Semoga bisa ketemu lagi lain waktu. Belajar hening lagi. Terapi aura lagi. Aura positif tentu saja.


6 komentar:

  1. "Social Media Anxiety Disorder"

    nah akhirnya ketemu rahasianya buat ngatasi masalah ini :)
    tapi kalo saya lebih pada email2 dari kantor atau klien
    kalo yang medsos haha-hihi justru jarang

    *inspiratif mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha kalo udah kerjaannya sih tinggal diatur sesuai jam kerja mas. Eh tapi kalo kerjanya gak ada jamnya ya repot juga ya? Hihihi
      Makasih udah mampir mas.

      Hapus
  2. Sukaaaa. Tengkiu artikelnya mbak, nambah ilmu ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Indah Hanaco jadi anonim gini, hihihi. Ok, makasih udah mau mampir. Pelukkkk ^___^

      Hapus
  3. Wah, wah... bagus banget artikelnya. Saya perlu mencoba tips2 di atas. Terutama cara pernapasan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas. Dicoba aja, asyik kok. Bisa mengurangi sakit kepala, pegal-pegal juga.

      Hapus

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design