Minggu, 25 Januari 2015

Kado Terindah dari Papah

Hubunganku dengan Papah tidak seharmonis layaknya anak dan orang tua pada umumnya. Kami sering tidak bertegur sapa mesti dalam satu rumah. Bicara seperlunya saja.

Aku ingat sekali saat liburan kelulusan dari jenjang SMP menuju SMA. Papah meminta salah satu saudara sepupuku, mas Edi untuk mengajariku mengendarai motor.

“Biar nanti kalau selesai masa orientasi, kamu sudah bias naik motor sendiri,” ujar Papah sambil lalu.

Hari pertama masuk SMA, aku masih diantar Mamah.  Hingga satu bulan, aku masih saja diantar Mamah. Aku tidak berpikir bahwa akan dengan cepat mendapatkan motor baru. Aku tahu pasti keadaan ekonomi keluarga kami ketika itu. Memang bisa makan layak tiga kali sehari. Namun masih banyak prioritas lain yang harus didahulukan.

Selain itu, aku juga masih belum mahir mengendarai motor. Masih harus banyak latihan.
Setelah beberapa kali latihan dan belum ada kemajuan, mas Edi melaporkan ke Papah. Papah tidak marah, dia menyuruh aku memutar botol air mineral dengan tangan kanan dan kiri bergantian.

‘Latih pergelangan tanganmu, agar tidak sembrono saat menarik gas,” perintah Papah tegas.
Aku cemberut. Aku tidak suka Papah bicara dengan nada tinggi. Mungkin Papah bermaksud tegas tetapi aku merasa  seperti dimarahi.

Latihan demi latihan yang aku jalani akhirnya membuahkan hasil. Aku bisa mengendarai motor dengan kontrol gas yang lumayan.

“Nanti sore motormu datang.  Rawat baik-baik. Papah tahu kebutuhanmu. Anak SMA memang butuh motor.”

Pengiriman motor dilakukan oleh dealer pada sore hari menjelang magrib. Pengiriman terlambat karena motor yang dikirim hari itu tiga unit. dan jarak pengiriman masing-masing motor sangat jauh.

motor pertamaku
Ya, komunikasi diantara kami memang tidak efektif. Namun pada waktu Papah membelikan motor tanpa aku harus meminta atau bahkan merengek, itu merupakan kado terindah dari Papah. Terlihat cuek dan hanya bicara seperlunya tetapi pada kenyataannya Papah tahu apa yang dibutuhkan anaknya.
Motor Honda Legenda, motor pertamaku dank ado terindah dari Papah. Perhatian tak melulu kata-kata panjang tetapi tahu apa yang dibutuhkan dan mewujudkannya itu adalah perhatian yang sesungguhnya.


<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-5VmMBaLOj2U/VLQiGSwjuFI/AAAAAAAAANw/QznO12Zq1Lo/s1600/banner_pungky%2Bkadoterindah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-5VmMBaLOj2U/VLQiGSwjuFI/AAAAAAAAANw/QznO12Zq1Lo/s320/banner_pungky%2Bkadoterindah.jpg" /></a></div>

2 komentar:

  1. Wahh jadi keingat Bapak di rumah :"") *nasib perantau*

    BalasHapus
  2. Hai hai…

    Makasih banget yaa sudah ikutan Giveaway Kado Terindah. Semoga menang! :D

    Salam,
    Pungky

    BalasHapus

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design