Sabtu, 07 Juni 2014

Jangan Bilang Kasihan karena Terasa Menyakitkan!


25 Agustus 2013

Minggu pagi yang begitu cerah. Sebagai persiapan untuk perjalanan ke Jakarta, Gara pagi-pagi sudah bersiap mendapatkan pijatan rutin dari dukun bayi yang dari Gara lahir sudah merawatnya. Namun pagi itu Mbah Uti menemukan benjolan sebesar kelereng di ketiak kanan Gara.
"Ini kayak orang kecapean mba," simpul sementara Mbah Uti.
Aku belum panik karena aku berpikir jika 'sekel' itu dikompres air hangat maka akan menghilang dengan sendirinya. 
"Mba, ini tolong ditanyain ke bidan yang biasa imunisasi dedek sih. Takutnya bukan 'sekel' soalnya keras banget," saran mbah dukun bayi yang meninggalkan degup kencang di jantungku.
Setelah itu aku mulai browsing. Dan yang membuatku cukup tercengang adalah: 2 dari 1000 imunisasi
BCG akan terserang BCG-itis.
Tepat di umur 20 hari tanggal 17 Mei 2013 Gian disuntik BCG. Waktu itu aku memang sempat membatin ketika si bidan ragu-ragu dan jarum suntiknya lepas. *____*
  
27 Agustus 2013
Imuisasi DPT sekaligus aku bertanya tentang benjolan Gara ke bidan yang biasa mengimunisasi. Tak ada    jawaban yang memuaskan.
"Itu nanti sembuh sendiri kok mba," ujarnya mantap.
Aku menatapnya ragu.

30 Agustus 2013
Diantar oleh Mbah Uti, Akung, bulik Nani, bulik Tuti dan Pakde Pito; Aku dan Gara melakukan perjalanan menuju Jakarta.

28 September 2013
Atas rekomendasi tetangga, kami memeriksakan Gara ke dsa di RS. Islam Sukapura. Setelah melihat benjolan yang ada di ketiak Gara, dsa tersebut memvonis BCG-itis dan harus segera dioperasi. Dia memberikan surat rujukan ke dokter bedah anak.
Aku dan suami shock, orang tua mana yang bisa menerima dengan lapang dada anak bayi umur 5 bulan harus dioperasi tanpa jaminan bakteri BCG yang menyerang saluran limfanya bisa terangkat sempurna dengan operasi.
Untuk beberapa waktu kami harus menenangkan diri. Mencari solusi yang terbaik.
Ayah menghubungi dan berkonsultasi dengan pakde yang kebetulan juga dokter spesialis anak. Pakde menyarankan untuk minum obat TB selama 6 bulan tanpa putus. Jika tidak, memang operasi adalah pilihan keduanya.

Kami gamang. Anak umur 5 bulan harus minum obat TB karena BCG-itis. Penyakit yang disebabkan oleh salah posisi saat menyuntik yang berakibat masuknya bakteri BCG ke saluran limfa. Ketika limfa berperang melawan bakteri, munculah benjolan itu.

benjolan Gara semakin besar dan bertambah menjadi dua benjolan
Kekhawatiran kami bertambah ketika benjolan semakin membesar dan Gara selalu muntah saat minum ASI. Apapun yang masuk ke mulutnya selalu dimuntahkan. Perut kosong, badan panas, berat badan menurun dan Gara tampak begitu ringkih.

26 Oktober 2013
Kami memutuskan untuk mencari pendapat lain. Kami memeriksakan Gara ke dokter di sekitar harapan indah saja. Agar dekat dan bisa aku jangkau jika suami tidak bisa mengantarkan ke rumah sakit. Di RS. Citra Harapan, dokter menyarankan tes mantoux untuk memastikan.

30 Oktober 2013
Hasil tes mantoux positif dan Gara harus minum obat TB selama 6 bulan penuh tanpa putus. Pagi hari, sesaat setelah membuka mata, belum minum ASI, Gara harus minum obat berwarna oranye untuk membantu mematikan bakteri yang menyerang saluran limfanya.

obat yang diminum Gara tiap hari selama 6 bulan

Kami memantapkan tekad demi kesembuhan Gara. Dan di hari ke 5, benjolan atas sudah mulai memerah seperti bisul yang matang.
benjolan di hari ke 5 setelah minum obat TB
Selain itu Gara juga tidak muntah saat minum ASI dan MPASi yang harusnya di akhir 6 Bulan maju di awal 6 bulan juga sukses tanpa ada yang dimuntahkan.

6 November 2013 
Benjolan yang atas pecah dan jika kulit ditarik ada semacam lubang kosong bekas cairan yang keluar tanpa disadari saat setelah aku memandikan Gara. Aku baru sadar setelah melihat handuk yang berwarna putih keruh seperti cairan nanah.
setelah yang benjolan atas pacah dan kempes, benjolan bawah mulai memerah

1 Januari 2014
Benjolan bawah pecah tetapi lubang di kulit tidak begitu kentara karena pecah saat Gara beraktivitas. Noda seperti nanah tertinggal di bajunya.

26 April 2014
Hari terakhir Gara meminum obat. Luka yang tersisa di ketiaknya semacam keloid yang semakin hari semakin mengecil.

27 April 2014
Tepat satu tahun, dan  belum dinyatakan bebas sepenuhnya dari BCG-itis. Dokter menyarankan untuk melanjutkan pengobatan hingga 3 bulan ke depan tetapi aku dan suami sepakat untuk menyudahi obat sampai 6 bulan saja. Semoga sehat terus ya Nak....
Gara umur 1 tahun

Terima kasih untuk doa yang terucap dari saudara, sahabat dan teman. Kami berterima kasih untuk tidak mengatakan, "Kasihan ya," saat kami menceritakan kondisi Gara. Karena bagi kami, doa lebih menguatkan ketimbang rasa simpati yang terlontar dengan kata 'kasihan'. Jika nanti saudara, teman atau sahabat bertemu dengan bayi-bayi lain; kami berpesan untuk kalian melantunkan doa dan harapan bukan kata 'kasihan' karena kata itu begitu menyakitkan bila didengar saat kalian ada di posisi kami.




21 komentar:

  1. Just read this post dear Apik ...
    Ga bisa membayangkan kalo diposisi kalian
    Melihat anak yang disayangi kesakitan
    :(

    Stay Healthy ya gantengggg
    :*

    BalasHapus
  2. Alhamdulilah Gara sudah sembuh. semoga selalu sehat ya nak.saya baru tahu ada penyakit ini juga mba. nambah ilmunya. rasanya pasti sedih karena anak saya saat umur 1 tahun terkena bronkiolitis gara2 terkena debu dan kata dokter kami hampir telat membawanya ker rumah sakit krn semalaman sudah tidak bisa napas dan sudah biru. alhamdulillah Alllah masih memberikan kesembuhan pada anak saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya waktu itu ya gak karuan mba. Tapi alhamdulillah ya sembuh. Makasih mba.Moga sehat juga buah hatinya,

      Hapus
  3. yaampun mbak, bisa gitu ya. Alhamdulillah sudah sembuh :)

    btw, nama Gara itu apa karena mbaknya seneng anime? hee

    BalasHapus
  4. Tapi sekarang juga masih was-was mba. Kalau berat badan gak naik-naik takut kena TB.
    Nama anakku Gian SeGara Abhipraya jadi kadang dipanggil Gara. Aku juga suka Gara di anime naruto sih.

    BalasHapus
  5. Alhamdulilah, sudah lebih sehat kan ya anaknya. Semoga bebas dri penyakit TB itu ya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah udah mba. Amin semoga ya mba. Berat badan emang agak susah naik tetapi alhamdulillah sehat.

      Hapus
  6. Alhamdulillah baca pengalamannya mbak jd merasa semangat. Anak sy juga 5 bulan kena BCGitis. Ini baru mulai pengobatan. Semoga lulus dan sembuh sampai 6 bulan kedepan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat ya! Usaha gak akan pernah sia-sia. Aku bantu doa semoga bisa lulus dan sembuh. Aamiin ^_^

      Hapus
  7. Terima kasih banyak atas sharing pengalamannya, sebab anak saya juga mengalami hal yang sama saat ini (umur 3,5 bulan) setelah imunisasi BCG. Cuman pembengkakan di ketiaknya sudah dioperasi atas saran dokter anak. Saat ini kami masih shock dengan keharusan anak saya meminum obat selama 6 bulan, dengan membaca pengalaman anda semoga memberikan keyakinan pada kami untuk melalui cobaan ini. YA kami juga perlu doa dan harapan, semoga kami bisa lulus & anak kami bisa sembuh.

    Oya mohon infonya juga, untuk imunisasi lanjutan apakah terus diberikan pada anak anda saat proses pengobatan BCG-itis ini? Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Imunisasi terakhir campak waktu 9 bulan tetap dilakukan.
      Sama-sama, semoga bisa menjalani dan lulus ya. Bantu doa dan semangat.

      Hapus
    2. Terima kasih banyak responnya :). Oya untuk obatnya apakah di awal bulan campuran 3 obat TB (Isoniazid/INH, Rifampisin/R & Pirazinamid/Z) seperti orang dewasa? Obatnya kan pahit, apakah dulu ibu kasih pemanis agar anak mau minum?

      Informasi yang saya dapat, ada yang berpendapat obatnya tunggal (Isoniazid/INH saja) dan tidak perlu sampai 6 bulan, ada yang berpendapat tidak perlu obat karena saat proses operasi sudah diberi antibiotik dengan dosis yang lumayan tinggi untuk bayi.

      Maaf ya Bu banyak bertanya, sebab masih proses memantabkan hati atas kejadian yang menimpa anak saya ini.

      Hapus
    3. Maaf anaknya muntah gak?
      Kalau Gara belum bisa pilih rasa jadi ya dia minum aja. Berontak karena bosan pas mau 1 tahun.
      Obatnya sama kayak TB dewasa INH sama R. Tanpa Z. Setelah 3 bulan minum hanya INH saja.

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. Belum sampai muntah bu, tapi ya obat sedikit yang bisa masuk mulut, sebagian besar dilepeh (dia keluarkan dari mulut) dan dari wajahnya terlihat tidak nyaman, beda saat dia minum obat yang cenderung manis seperti Lacto-B. Jadi 3 bulan pertama hanya 2 macam ya (INH & R, tanpa Z). Oya apakah obat tersebut tidak berpengaruh ke pencernaan mas Gara saat itu?

      Hapus
    6. Berpengaruh ke tumbuh kembangnya pak. Gara agak sulit gemuk. Kadang saya juga pengen tahu bagaimana dengan ginjalnya. Tapi kadang gak siap. Saya berpikir positif aja akhirnya. Semoga ada jalan yang baik ke depannya buat Gara.
      Saya waktu itu juga akhirnya memilih obat karena gak sanggup operasi. Ya Alhamdulillah Allah kasih jalan. Gara gak gitu ribet minum obat sampai 6 bulannya selesai. Dokter anak minta lanjut 9 bulan saya gak mau. Saya mantepin selesai di 6 bulan.

      Hapus
    7. Berpengaruh ke tumbuh kembangnya pak. Gara agak sulit gemuk. Kadang saya juga pengen tahu bagaimana dengan ginjalnya. Tapi kadang gak siap. Saya berpikir positif aja akhirnya. Semoga ada jalan yang baik ke depannya buat Gara.
      Saya waktu itu juga akhirnya memilih obat karena gak sanggup operasi. Ya Alhamdulillah Allah kasih jalan. Gara gak gitu ribet minum obat sampai 6 bulannya selesai. Dokter anak minta lanjut 9 bulan saya gak mau. Saya mantepin selesai di 6 bulan.

      Hapus
  8. Boleh saya bertanya lagi ya bu, untuk obat yang diberikan apakah inh saja atau kombinasi 3 obat seperti orang dewasa?

    Juga bagaimana agar si kecil bisa minum obat, saya sudah mencoba obatnya pahit & anak saya berontak meminumnya (obat banyak yang terbuang gak bisa masuk mulut)? Apakah boleh dicampuri perasa agar lebih manis?

    BalasHapus
  9. Menik Sri Puji l23 Maret 2017 21.57

    Anakku jg terkena bcg itis, ini baru selesai pengobatan selama 6 bulan umurnya sekarang 10 bln, anakku diberi obat berupa sirup INH plus 6,berat bdn gak pernah turun sekarang aja 10,7kg hsl tes drh lengkap+led dokter mengatakan kl sdh sembuh. Makanya pengobatannya dihentikan stlh 6 bln.

    BalasHapus

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design