Jumat, 02 Mei 2014

Happy Birthday Baby G


Tepat jam dua belas malam. Aku terbangun dari tidur nyenyakku. Televisi masih menyala dengan riangnya menyiarkan siapa yang harus angkat koper dari ajang pencarian bakat nyanyi malam itu. Aku meraba kasur, basah. Tumben sekali ya mungkin karena terlalu nyenyak tertidur. Aku memutuskan untuk menggunakan pembalut sekali pakai karena aku ingin tidur nyenyak. Hari ini sudah cukup melelahkan karena menemani anak-anak didikku outbond di Salatiga.

Masih lekat dalam ingatan, 27 April 2013 tepat jam tiga pagi semua otot perut terasa sangat kencang. Semua posisi tidur salah. Rasanya ingin menangis karena aku hanya ingin tidur. Aku lelah sekali. Hanya bisa tidur 10 menit mungkin kurang dari itu. Menelpon ayah Hari sesaat setelah menemukan darah di pembalutku saat buang air kecil.

“Adek masih bisa siapin baju-baju buat dimasukkan ke tas. Biar kalo aunty Wise datang tinggal berangkat aja ke rumah sakit.”

Aku tahu ayah Hari sangat cemas. Namun aku sangat ingin tidur saat itu, otot perut yang belakangan aku tahu sebagai kontraksi membuatku frustrasi karena aku terjaga terus padahal aku sangat lelah. Kami bertengkar, aku menuntup telepon dan berusaha untuk tidur. Gagal.

Semua tepat pada waktunya, Ayah sedang dalam perjalanan di kereta menuju Semarang. Ternyata kehamilan yang baru berumur 37 minggu yang seharusnya cek besok sore telah siap untuk proses persalinan. Dari kereta, Ayah membuat para suster bersiap karena aku bersama Aunty Wise sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.

Jam setengah lima pagi kami sampai di RS. Bunda. Tempat yang biasa aku kunjungi untuk mengecek kesehatan dan perkembangan janinku. Dokter Putri adalah dokter kandungan yang selama ini memeriksa kesehatan dan perkembangan janinku.

Dan betapa semua memang dirancang tepat pada waktunya karena meski ojek yang ditumpangi Ayah ditilang tetapi Ayah bisa menemani kita berjuang.

“Pak, bayinya berhenti dibukaan delapan. Ada dua pilihan, kita kasih pemacu atau kalau ditunggu tidak ada pergerakan lagi kita harus lakukan operasi cesar.”

Dan ketika suntikan pemacu itu diberikan, aku sungguh mengingatkan diriku sendiri untuk tidak lagi berurusan dengan obat itu di lain waktu.

10.17 WIB pada tanggal 27 April 2013, Gian Segara Abhipraya lahir dengan sempurna meskipun sempat divakum karena berhenti lagi saat rambutnya sudah terlihat.

Hari ini 27 April 2014, Gian Segara Abhipraya masih dengan pipi pao yang merah merekah dan langkah-langkah kecil diselingi tawa semangat kala jatuh telah berumur satu tahun.

Satu tahun teryata begitu cepat berlalu Nak. Semoga sehat selalu dan bahagia mengiringi. Ibu dan Ayah selalu berharap Gian bahagia jadi anak Ibu dan Ayah.

4 komentar:

  1. Happy Birthday dear Gian ganteng ...
    Semoga bisa bertumbuh dengan sehat dan bisa membanggakan orang tua
    Sun sayang dari tantee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih tante Beta, sun dari Gian ya ^___^

      Hapus
  2. huwaa...selamat mbak, aku jg dulu punya kisah melahirkan yg unik, setiap ibu pasti mengalaminya ya mbak, semoga sehat selalu ya Gian

    BalasHapus

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design