Featured Slider

Melatih Kemandirian Anak, Hari 13 Jangan Abaikan Emosiku


Pagi-pagi panik karena dedek Geni panas. Bagaimana tidak panik, Geni kalau sudah panas agak susah untuk turun.
👶"Ibu, aku mau susu coklat."
👩"Ayo kita bikin!"
👶"Gak mau, maunya beli. Pergi. Naik motor."
👩"Oke, bangun dulu adek."
👦"Mamas tunggu di rumah aja ya bu. Masih mau nonton kartun."
Alhamdulillah masih ada selera makan atau minum berarti baru gejala pilek. Langsung siap-siap sekalian belanja sayur biar gak merambat jadi radang tenggorokan.

Merasa bersalah saat melihat dedek Geni minum susu dengan tangan dan bibir bergetar seperti saat dia dalam keadaan sangat lapar. Langsung habis 2 botol ukuran 250ml.
👦"Kan dedek kemarin makan sedikit bu."
👶"Bu dedek laper, mau makan."
👩"Iya ibu masak dulu ya."
👦"Mamas bantu ya bu."
👩"Ya potong sosis. Jangan terlalu kecil nanti cepat gosong."
👦"Waktu aku main game di hp ayah gak papa dipotong dua begini bu."
👩"Iya nanti gosong mamas yang makan mau?"
👦"Gak mau."

Rekor masak tercepat, hanya 15 menit. Rebus jagung manis, sayur bayam+wortel+oyong, dan goreng sosis.

Sambil sarapan sambil nonton kartun. Awalnya dedek Geni hanya mau makan sosisnya saja. Habis satu mangkok kecil, makan sendiri, dengan bahagia. Begitu minta lagi ibu kasih sosis sedikit dan banyak sayur, ngamuk gak mau makan. Aku biarin. Begitu melihat mamasnya makan nasi plus sayur plus sosis, barulah dia mendekat dan minta disuapin.

👩"Dedek kenapa tadi nangis?"
👶"Mau sosis aja."
👦"Sayur kan sehat. Nih aku juga makan sayur biar kuat."
👶"Ibu aku juga mau sayur."
👩"Iya. Gak papa dedek nangis tapi ibu diemin dulu. Kalau udah bisa diajak ngobrol lagi baru ibu mau ngomong sama dedek."

Sore hari setelah selesai main, mamas Gian lapar dan minta dimasakkin nasi goreng.
👦"Nasi goreng ibu kan enak ada bawangnya. Aku yang bantuin kocok telur ya bu."
Aku belum menjawab karena sibuk menyiapkan bahan-bahan. Ketika mengambil nasi, mamas Gian berusaha membuka cangkang telur sendiri dan tumpah kemana-mana.
👩"Kamu ngapain sih mas? Kenapa gak nunggu ibu dulu. Ayo beresin yang tumpah."
👦"Itu lengket ibu."
👩"Ya makanya harus dibersihin biar gak tambah banyak lengketnya."

Pertama mamas mengambil lap kemudian tisu basah untuk membereskan sisa telur. Kuning telur dan sedikit yang tersisa di mangkuk, mamas kocok dan tambah garam sedikit.

👩"Maaf ya mas tadi ibu teriak sama mamas."
👦"Iya aku maafin bu. Kan aku juga tadi gak tunggu ibu makanya tumpah. Maafin aku juga ya bu."

Dalam kemandirian terdapat emosi-emosi yang perlu diolah sehingga anak-anak paham akan dirinya dan porsinya. Setelah paham maka aku berharap duoG jauh lebih mudah untuk konsisten dengan mempraktikkan skill yang sudah dimiliki. Tidak lagi maju mundur karena pengaruh emosi.

#harike13
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 12 Jadikan Tuntas sebagai Kunci

Saling bahu membahu ya nak, kalian pasti bisa


Mandiri erat hubungannya dengan ketuntasan. Ibu ingin duoG pada akhirnya menghargai proses sebagai sarana mengembangkan diri. Hasil akhir atau skill yang diperoleh adalah hal wajar setelah semua jatuh bangun yang dialami.

#harike12
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 11 Teman yang Tidak Tahu Diri


👦"Ibu, Chimey ngajak aku main tapi malah masukin sepeda aku ke got. Katanya aku jahat."
👩"Emang mamas ngapain?"
👦"Aku cuma main sepedaan terus main pedang."

Aku berusaha setenang mungkin saat keluar. Aku memasukkan kemajuan yang sudah mamas Gian peroleh hari ini yaitu bisa main tanpa harus terus diawasi oleh ibunya. Jadi aku tidak boleh merusak kebahagiaan mamas yang mendapatkan hadiah main di luar karena sudah tidur siang.

Saat mengambil sepeda mas Gian yang masuk got, teman-temannya sudah tidak ada. Aku hanya marah-marah dalam hati. Kami berjalan beriringan menuju kran depan untuk mencuci sepeda.

👦"Chimey udah baik tapi kok sekarang jahat lagi sih ibu. Aku kan gak pukul atau marah."
👩"Nak, di dunia ini banyak sekali orang yang belum kenal atau tahu dirinya sendiri. Jadinya suka seenaknya sendiri."
👦"Oh jadi aku harus tahu diriku biar gak jahat."
👩"Pintar mamas. Mamas sudah bisa main sendiri tanpa dilihatin ibu. Ibu bisa bantu dedek cebok. Artinya mamas sudah tahu diri mamas."
👦"Emang gak papa aku bilang ke ibu kalau Chimey jahat."
👩"Iya gak papa. Besok kalau main sama Chimey lagi tanya kenapa sepeda mamas dimasukkan got. Kalau mamas gak salah ya gak usah takut."
👦"Aku main sama Habibi saja lah yang gak nakal. Chimey jahat sama aku."

Mas Gian terus menerus belajar tidak papa tidak punya teman jika mereka tidak tahu diri. Mengajak main tetapi semaunya sendiri. Ya awalnya mamas sering pulang dengan tangisan. Namun ketika dia paham bagaimana berkomunikasi dengan teman yang tidak tahu diri dan tahu posisi dirinya sendiri maka bermain secara mandiri tentu lebih menyenangkan.

#harike11
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 10 Membuktikan Kemandirian

Hari ini mamas Gian berhasil mandi, cebok, dan pakai baju sendiri.

Kemudian menyiapkan makanan, makan, juga membereskan semua setelah selesai.

Catatan buat ibu adalah bagaimana tuntutan kemandirian sejalan dengan pemenuhan perhatian.

Emosi anak-anak baik itu mamas atau dedek haruslah terpenuhi karena bila mereka merasa diabaikan maka mulai ada percikan-percikan api kemarahan untuk memperoleh perhatian.

👶"Mas aku pipis nih."
👩"Kok di lantai dek. Biasanya udah pintar bilang terus ke kamar mandi."
👦"Ibu lihat hp terus sih. Aku panggilin gak denger. Dedek keburu pipis di celana deh."

Membuktikan kemandirian anak itu mudah karena pada dasarnya anak punya fitrah yang jadi perbekalan mereka selama diamanahkan ke orangtua. Tinggal pilihan orangtua mau memaksimalkan atau justru menonaktifkan fitrah tersebut.

Ya lagi-lagi evaluasi buat ibu agar bisa menjadi orangtua yang baik dan benar.

Membuktikan kemandirian dengan mau menunggu

Pada akhirnya memang orangtua belajar banyak dari anak. Bagaimana anak belajar dengan cepat untuk memahami diri hanya dalam hitungan hari.
Jadi mak, sebenarnya siapa yang harus banyak belajar? Iya aku. Aku yang harus banyak belajar. 🙈

#harike10
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 9 Ibu Aku Kangen Ayah


Dulu, aku sangat suka sendiri. Membaca dan memikirkan serta memimpikan banyak hal. Apakah ada hubungannya kesendirian dengan kemandirian? Apakah mandiri itu selalu sendiri? Ternyata setelah dewasa, aku merasa mandiri dan sendiri itu berbeda. Mandiri lebih ke rasa yakin akan kemampuan diri, mau mencoba, dan tidak masalah mendelegasikan tugas ke orang lain. Kemudian sendiri lebih pada suasana yang mungkin cocok bagi sebagian orang.

***

👦 "Kalau aku di daycare, aku mikirin ibu. Aku takut ibu kena gempa atau diculik. Aku nanti gak punya ayah atau ibu lagi."

Pembicaraan ini muncul ketika ibu menanyakan apakah mamas takut ketika ayah harus dinas luar kota dan hanya ada ibu juga dedek di rumah. Mamas bilang dia tidak tidak takut karena ada ibu.

Topik berat bagi anak lima tahun mungkin. Namun semakin dini anak-anak paham apa itu sendiri, siapa yang harus dia andalkan, juga bagaimana menghadapi semua rasa tidak enak; aku rasa anak-anak perlu diperkenalkan dengan topik-topik berat semacam ketakutan akan kesendirian.

Rasa takut akan kesendirian, tiba-tiba aku menyadari bahwa berada dekat dengan anak-anak belum tentu memiliki jiwa yang utuh untuk mereka. Ya disambi pegang hp, lihat laptop, dan juga menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga.

Semacam kedekatan semu yang ternyata membuat anak-anak sudah kesepian walaupun ibu atau ayahnya ada.

Kemandirian akan terbentuk saat anak-anak siap. Ibu membuktikan sendiri. Hanya perlu pijakan-pijakan kecil kemudian konsisten selama 5 hari maka kemandirian akan terbentuk jika anak-anak memang siap. Kasih sayang tulus dan kehadiran yang utuh juga penuh lah yang utama.

"Kenalkan Tuhan maka semua jalan akan terasa lebih tenang."

Ketika anak-anak mengungkapkan apa yang mereka rasakan, aku merasa harus mengevaluasi diri sendiri. Sikap masa bodoh harus ditempatkan di posisi pertama agar pikiran fokus pada yang benar-benar penting. Tidak seperti benang kusut yang tak ketahuan juntrungannya.

👶"Mas, aku pipis nih."
👦"Ibu, dedek pipis di celana nih."
👶"Ibu marah dedek pipis disitu."
👦"Makanya pipis di kamar mandi sih dek."
👶"Iya cebok aja."

Mamas takut kalau pisah agak lama dari ayah atau ibu. Dedek takut saat ibu marah dan berubah.

"TUNTASKAN YANG DI DALAM MAKA KAMU AKAN KELUAR DENGAN KEPALA TEGAK."

Kemandirian anak-anak benar-benar murni kesiapan orangtua untuk ikhlas akan jalan yang akan ditempuh anak tanpa ditemani. Bila orangtua ikhlas maka anak-anak akan percaya dan yakin akan dirinya.


#harike8
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari ke 8 Aku Takut Sendiri

Dulu, aku sangat suka sendiri. Membaca dan memikirkan serta memimpikan banyak hal. Apakah ada hubungannya kesendirian dengan kemandirian? Apakah mandiri itu selalu sendiri? Ternyata setelah dewasa, aku merasa mandiri dan sendiri itu berbeda. Mandiri lebih ke rasa yakin akan kemampuan diri, mau mencoba, dan tidak masalah mendelegasikan tugas ke orang lain. Kemudian sendiri lebih pada suasana yang mungkin cocok bagi sebagian orang.

***

👦 "Kalau aku di daycare, aku mikirin ibu. Aku takut ibu kena gempa atau diculik. Aku nanti gak punya ayah atau ibu lagi."

Pembicaraan ini muncul ketika ibu menanyakan apakah mamas takut ketika ayah harus dinas luar kota dan hanya ada ibu juga dedek di rumah. Mamas bilang dia tidak tidak takut karena ada ibu.

Topik berat bagi anak lima tahun mungkin. Namun semakin dini anak-anak paham apa itu sendiri, siapa yang harus dia andalkan, juga bagaimana menghadapi semua rasa tidak enak; aku rasa anak-anak perlu diperkenalkan dengan topik-topik berat semacam ketakutan akan kesendirian.

Rasa takut akan kesendirian, tiba-tiba aku menyadari bahwa berada dekat dengan anak-anak belum tentu memiliki jiwa yang utuh untuk mereka. Ya disambi pegang hp, lihat laptop, dan juga menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga.

Semacam kedekatan semu yang ternyata membuat anak-anak sudah kesepian walaupun ibu atau ayahnya ada.

Kemandirian akan terbentuk saat anak-anak siap. Ibu membuktikan sendiri. Hanya perlu pijakan-pijakan kecil kemudian konsisten selama 5 hari maka kemandirian akan terbentuk jika anak-anak memang siap. Kasih sayang tulus dan kehadiran yang utuh juga penuh lah yang utama.

"Kenalkan Tuhan maka semua jalan akan terasa lebih tenang."

Ketika anak-anak mengungkapkan apa yang mereka rasakan, aku merasa harus mengevaluasi diri sendiri. Sikap masa bodoh harus ditempatkan di posisi pertama agar pikiran fokus pada yang benar-benar penting. Tidak seperti benang kusut yang tak ketahuan juntrungannya.

👶"Mas, aku pipis nih."
👦"Ibu, dedek pipis di celana nih."
👶"Ibu marah dedek pipis disitu."
👦"Makanya pipis di kamar mandi sih dek."
👶"Iya cebok aja."

Mamas takut kalau pisah agak lama dari ayah atau ibu. Dedek takut saat ibu marah dan berubah.

"TUNTASKAN YANG DI DALAM MAKA KAMU AKAN KELUAR DENGAN KEPALA TEGAK."

Kemandirian anak-anak benar-benar murni kesiapan orangtua untuk ikhlas akan jalan yang akan ditempuh anak tanpa ditemani. Bila orangtua ikhlas maka anak-anak akan percaya dan yakin akan dirinya.


#harike8
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 7 Skill Tanpa Adab


Hari ini adalah yang terparah. Bosan menjadikan duoG uring-uringan.
Meskipun bangun pagi dan sarapan terpenuhi, ada saja alasan yang mereka kasih untuk menolak beberes.

👦"Aku gak mau main itu terus ibu. Aku bosan."
👶"Dedek gak mau bobok ibu, mau nonton kartun."

Akhirnya ibu membawa mereka ke dapur dan memberikan mereka kebebasan.

Mamas bantu ibu memotong semangka sementara dedek memainkan penggorengan.

👩"Kalau mamas bosan lalu teriak-teriak dan gak mau beresin mainan, kira-kira mainan mamas bisa beres sendiri tak?" ibu berusaha mencari celah memasukkan adab.
👦"Kenapa aku terus ibu? Aku udah beresin tapi terus dedek berantakin. Aku capek."
👩"Nak, semua kegiatan itu bisa bikin capek. Bahkan tidur juga. Mamas pilih mana, teriak dan gak beresin atau beresin abis itu bisa santai makan semangka?"
👶"Nih dedek beresin. Masuk mobilnya ke garasi."
👦"Oke abis potong semangka aku beresin mainan sama dedek."

Menggali perasaan sesungguhnya pada anak adalah jalan pembuka menuju adab. Melatih membereskan mainan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Tidak sebatas skill saja tetapi juga dibarengi dengan adab yang baik hingga anak-anak paham setelah main ya ada kewajiban membereskan.

#harike7
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional