Featured Slider

Melatih Kemandirian Anak, Hari 12 Jadikan Tuntas sebagai Kunci

Mandiri erat hubungannya dengan ketuntasan. Ibu ingin duoG pada akhirnya menghargai proses sebagai sarana mengembangkan diri. Hasil akhir atau skill yang diperoleh adalah hal wajar setelah semua jatuh bangun yang dialami.

#harike12
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 11 Teman yang Tidak Tahu Diri

Memiliki teman yang bisa diajak mandiri sungguhnya menyenangkan.

Mas Gian terus menerus belajar tidak papa tidak punya teman jika mereka tidak tahu diri.

Mengajak main tetapi semaunya sendiri. Ya awalnya mamas sering pulang dengan tangisan. Namun ketika dia paham bagaimana berkomunikasi dengan teman yang tidak tahu diri maka jadi lebih baik.

#harike11
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 10 Membuktikan Kemandirian

Hari ini mamas Gian berhasil mandi, cebok, dan pakai baju sendiri.

Kemudian menyiapkan makanan, makan, juga membereskan semua setelah selesai.

Catatan buat ibu adalah bagaimana tuntutan kemandirian sejalan dengan pemenuhan perhatian.

Emosi anak-anak baik itu mamas atau dedek haruslah terpenuhi karena bila mereka merasa diabaikan maka mulai ada percikan-percikan api kemarahan untuk memperoleh perhatian.

👶"Mas aku pipis nih."
👩"Kok di lantai dek. Biasanya udah pintar bilang terus ke kamar mandi."
👦"Ibu lihat hp terus sih. Aku panggilin gak denger. Dedek keburu pipis di celana deh."

Membuktikan kemandirian anak itu mudah karena pada dasarnya anak punya fitrah yang jadi perbekalan mereka selama diamanahkan ke orangtua. Tinggal pilihan orangtua mau memaksimalkan atau justru menonaktifkan fitrah tersebut.

Ya lagi-lagi evaluasi buat ibu agar bisa menjadi orangtua yang baik dan benar.

#harike10
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 9 Ibu Aku Kangen Ayah

Ketuntasan dalam perasaan ternyata jadi jembatan penting bagi anak umur 5 tahun.

👦"Ibu, aku kangen ayah. Telpon ayah dong bu."

Ketika ayah menelpon setelah dapat kode dari ibu, mamas Gian mengambil alih ponsel ibu untuk bicara berdua dengan ayahnya.

👨"Mamas sabar ya, sama ibu dulu."
👦"Aku rindu sekali sama ayah."
👨"Iya nanti selesai kerjaan ayah kan ayah pulang. Pinter anak ayah. Jaga ibu sama dedek."
👦"Iya aku jaga ibu. Kalau ibu capek aku pijetin."
👨"Iya anak ayah hebat."

Memang benar, mamas sementara mengambil peran menjaga ibu dan adiknya. Hanya tampak gusar ketika jam pulang kantor ayah aja. Setelah dijelaskan kalau ayah sedang tugas luar kota, mamas paham lalu mengajak main adiknya. Tidak terlalu sulit seperti pas awal-awal.

👦"Dedek, kita mandi yuk."
👶"Iya mamas."

Selesai siapkan baju, mereka berdua udah selesai dengan mamas yang memandikan adiknya setelah dia selesai mandi.

Dedek memang sempat menangis saat bangun pagi mencari ayah.
👶"Mau sama ayah 😢😭."

Namun dengan cepatnya diam saat mamas datang menenangkan dan mengajak main.

👦"Ayah kerja dulu ya dek. Main sama mamas dulu yuk."
👶"Yuk mas."

Tanpa paksaan, tanpa keharusan, tanpa diburu-buru. Anak-anak punya waktunya sendiri untuk menuju mandiri.

#harike9
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari ke 8 Aku Takut Sendiri

Dulu, ibu sangat suka sendiri. Membaca dan memikirkan serta memimpikan banyak hal.

👦 "Kalau aku di daycare, aku mikirin ibu. Aku takut ibu kena gempa atau diculik. Aku nanti gak punya ayah atau ibu lagi."

Pembicaraan ini muncul ketika ibu menanyakan apakah mamas takut ketika ayah harus dinas luar kota dan hanya ada ibu juga dedek di rumah. Mamas bilang dia tidak tidak takut karena ada ibu.

Topik berat bagi anak lima tahun mungkin. Namun semakin dini anak-anak paham apa itu sendiri, siapa yang harus dia andalkan, juga bagaimana menghadapi semua rasa tidak enak; ibu rasa anak-anak perlu diperkenalkan dengan topik-topik berat semacam ketakutan akan kesendirian.

Rasa takut akan kesendirian, tiba-tiba ibu menyadari bahwa berada dekat dengan anak-anak belum tentu memiliki jiwa yang utuh untuk mereka. Ya disambi pegang hp, lihat laptop, dan juga menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga.

Semacam kedekatan semu yang ternyata membuat anak-anak sudah kesepian walaupun ibu atau ayahnya ada.

Kemandirian akan terbentuk saat anak-anak siap. Ibu membuktikan sendiri. Hanya perlu pijakan-pijakan kecil kemudian konsisten selama 5 hari maka kemandirian akan terbentuk jika anak-anak memang siap. Kasih sayang tulus dan kehadiran yang utuh juga penuh lah yang utama.

"Kenalkan Tuhan maka semua jalan akan terasa lebih tenang."

Ketika anak-anak mengungkapkan apa yang mereka rasakan, ibu merasa harus mengevaluasi diri sendiri. Sikap masa bodoh harus ditempatkan di posisi pertama agar pikiran fokus pada yang benar-benar penting. Tidak seperti benang kusut yang tak ketahuan juntrungannya.

👶"Mas, aku pipis nih."
👦"Ibu, dedek pipis di celana nih."
👶"Ibu marah dedek pipis disitu."
👦"Makanya pipis di kamar mandi sih dek."
👶"Iya cebok aja."

Mamas takut kalau pisah agak lama dari ayah atau ibu. Dedek takut saat ibu marah dan berubah.

"TUNTASKAN YANG DI DALAM MAKA KAMU AKAN KELUAR DENGAN KEPALA TEGAK."

Kemandirian anak-anak benar-benar murni kesiapan orangtua untuk ikhlas akan jalan yang akan ditempuh anak tanpa ditemani. Bila orangtua ikhlas maka anak-anak akan percaya dan yakin akan dirinya.

#harike8
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 7 Skill Tanpa Adab

Hari ini adalah yang terparah. Bosan menjadikan duoG uring-uringan. 
Meskipun bangun pagi dan sarapan terpenuhi, ada saja alasan yang mereka kasih untuk menolak beberes.

👦"Aku gak mau main itu terus ibu. Aku bosan."
👶"Dedek gak mau bobok ibu, mau nonton kartun."

Akhirnya ibu membawa mereka ke dapur dan memberikan mereka kebebasan.

Mamas bantu ibu memotong semangka sementara dedek memainkan penggorengan.

👩"Kalau mamas bosan lalu teriak-teriak dan gak mau beresin mainan, kira-kira mainan mamas bisa beres sendiri tak?" ibu berusaha mencari celah memasukkan adab.
👦"Kenapa aku terus ibu? Aku udah beresin tapi terus dedek berantakin. Aku capek."
👩"Nak, semua kegiatan itu bisa bikin capek. Bahkan tidur juga. Mamas pilih mana, teriak dan gak beresin atau beresin abis itu bisa santai makan semangka?"
👶"Nih dedek beresin. Masuk mobilnya ke garasi."
👦"Oke abis potong semangka aku beresin mainan sama dedek."

Menggali perasaan sesungguhnya pada anak adalah jalan pembuka menuju adab. Melatih membereskan mainan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Tidak sebatas skill saja tetapi juga dibarengi dengan adab yang baik.

#harike7
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 6 Saat Anak Membuat Ulah

Membereskan mainan itu mudah ketika anak dalam suasana hati yang baik. Kenyang, tidur cukup, dan waktu bermain bersama ibu berkualitas.

Hari ini entah kenapa mamas Gian dan dedek Geni membuat kepala ibu tambah pusing. Tidak segera membereskan mainan malah membuat area kerja ibu juga semakin berantakan. Ibu sampai teriak kesakitan saat tanpa sengaja menginjak mainan yang berbentuk pesawat.

👦"Aku mau jalan-jalan ibu."
👶"Geni mau susu ibu."
👩"Lha mamas sama dedek udah tahu kan harus bagaimana?"
👦👶 "Beresin mainan dulu."

Ulah anak-anak terkadang memang karena mereka mencari perhatian orangtuanya. Bukan sepenuhnya ingin membuat orangtua dalam masalah tetapi memang anak-anak sedang mengeksplorasi rasa dan mengekspresikannya.

 #harike6
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional